Definition of Outbreak and all about it


Surveilans :
1. Pengumpulan data dan analisis data yang terus menerus, sistematis serta intepretasi data kesehatan, umpan balik kepada semua orang yang membutuhkan informasi untuk pencegahan dan pengendalian. (John Hopkins and The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, 2006)
2. Dilakukan terus menerus, sistematis, tidak memandang ada tidaknya masalah kesehatan.
3. Ada dua jenis (surveilans aktif dan surveilans pasif)Survei :
1. Penilaian periodik dan difokuskan untuk melakukan pengumpulan data pada saat tertentu (saat ada kasus) dari sebuah populasi, dimana informasi tersebut tidak dikumpulkan secara rutin dari sistem informasi yang ada. (John Hopkins and The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, 2006).
2. Dilakukan insidental/ sesaat/ sesuai kebutuhan, tidak terus menerus tapi sistematis (ex. susenas, suskesdas)

Penyelidikan wabah :
Kajian epidemiologi secara terus menerus dan sistematis terhadap penyakit berpotensi KLB dan kondisi rentan KLB, peringatan kewaspadaan dini KLB, dan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sarana kesehatan pemerintah dan masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya KLB.
Tujuan Penyelidikan wabah antara lain :
1. Untuk mengidentifikasi kasus dan faktor risiko dari penyakit.
2. Mengidentifikasi pencegahan dan penanggulangan yang tepat untuk mengurangi dampak dari penyakit tersebut.
3. Menentukan faktor yang berhubungan dengan kejadian kasus.
4. Sebagai dasar dalam pengembangan kebijakan publik. (John Hopkins and The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, 2006))
Penyelidikan epidemiologi :
Penyelidikan atau survei yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran terhadap masalah kesehatan atau penyakit secara lebih menyeluruh, gambaran klinis penyakit, gambaran kasus menurut variabel epidemiologi, medapatkan infromasi tentang faktor risiko dan etiologi sehingga dapat digunakan untuk kegiatan penanggulangan dan pencegahan.
Wabah :
1. Penjalaran suatu penyakit dengan cepat di suatu daerah tertentu, sehingga dalam waktu singkat jumlah penderita menjadi banyak, yang harus di batasi dengan isolasi penderita. (UU RI No.6 tahun 1962 tentang wabah).
2. Peningkatan kejadian kesakitan atau kematian yang telah meluas secara cepat, baik jumlah kasusnya maupun daerah terjangkitnya. (DEPKES RI Dirjen P2PL, 1981)
3. Berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/ MENKES/ SK/ VII/ 2004).

KLB :
1. Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/ MENKES/ SK/ VII/ 2004).
2. Salah satu kategori status wabah. (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/ MENKES/ SK/ VII/ 2004).
3. Kejadian kasus penyakit di dalam sebuah komunitas yang melebihi batas normal (agent infeksius, besar dan tipe populasi terpapar, paparan penyakit, serta waktu dan tempat terjadinya). (CDC)

 more information about surveillance and epidemiology

you can download about surveillance (here)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s