PENYUSUNAN HIPOTESIS


Rumusan Masalah : Adakah hubungan komunikasi interpersonal anak dan orang tua dengan perilaku sexual pra-nikah remaja?.

Hipotesis Penelitian : Ada hubungan komunikasi interpersonal anak dan orang tua dengan perilaku sexual pra-nikah remaja.

Hipotesis Operasional :

  1. komunikasi interpersonal dioperasionalkan sebagai hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan remaja.
  2. perilaku sexual pra-nikah dioperasionalkan sebagai tindakan cium bibir, petting, meraba atau memegang bagian sensitive, sexual intercourse (senggama), dan oral sex remaja.

H0 : “ tidak ada hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan remaja dengan tindakan cium bibir, petting, meraba atau memegang bagian sensitive, sexual intercourse (senggama), dan oral sex remaja“.

H1 : “ada hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan remaja dengan tindakan cium bibir, petting, meraba atau memegang bagian sensitive, sexual intercourse (senggama), dan oral sex remaja “.

Dasar Teori :

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Suryoputro (2003-2004) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sexual remaja di Jawa Tengah adalah :

  1. Faktor internal : pengetahuan, aspek-aspek kesehatan reproduksi, sikap terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi, gaya hidup, perilaku kerentanan yang dirasakan terhadap resiko, kesehatan reproduksi, pengendalian diri, aktifitas sosial, rasa percaya diri, usia, agama dan status perkawinan.
  2. Faktor eksternal : kontak dengan sumber-sumber informasi, keluarga, sosial-budaya, nilai dan norma. (Suryoputro, 2006).

Seringkali remaja merasa bahwa orang tuanya menolak membicarakan masalah sex pranikah sehingga mereka kemudian mencari alternatif sumber informasi lain seperti teman dan media massa. ( Syafrudin, 2008).

Beberapa kajian menunjukan bahwa remaja sangat membutuhkan informasi mengenai persoalan seksual dan reproduksi. Remaja seringkali memperoleh informasi yang tidak akurat dari teman-teman mereka, bukan dari petugas kesehatan, guru atau orang tua. ( Saifuddin dan Hidayana, 1999 ).

Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja diantaranya adalah faktor keluarga. Remaja yang melakukan hubungan sexual sebelum menikah banyak diantaranya berasal dari kelurga yang bercerai atau pernah cerai, keluarga dengan banyak konflik dan perpecahan. ( Kinnaird, 2003 ).

Hubungan orang tua yang harmonis akan menumbuhkan kehidupan emosional yang optiml terhadap kehidupan emosional yang optimal terhadap perkembangan kpribadian anak. Orang yang sering bertengkar akan menghambat komunikasi dalam keluarga dan anak akan melarikan diri dari keluarga. Keluarga yang tidak lengkap misalnya Karena perceraian, kematian, dan keluarga dengan ekonomi kurang dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak. ( Rohmawati, 2008 ).

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sexual pra-nikah pada remaja paling tinggi hubungan antara orang tua dan remaja, diikuti karena tekanan teman sebaya, religiusitas, eksposur media pornografi. ( Soetjiningsih, 2006 ).

DAFTAR PUSTAKA

Kinnaird. Keluarga Makin Baik Hubungan Orangtua-Remaja Makin Rendah         Perilaku Sexual Pranikah. (online).           (http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=186024&actmenu=45). Diakses   Tanggal 13 Desember 2011.

Rohmahwati D.A.  Pengaruh Pergaulan Bebas dan VCD Porno terhadap Perilaku           Remaja Di Masyarakat. 2008.  (online).            (http://kbi.gemari.or.id/beritadetail.php?id=2569). Diakses Tanggal 13        Desember 2011.

Soetjiningsih. Remaja Usia 15 – 18 Tahun Banyak Lakukan Perilaku Seksual. 2006.

            Pranikah. (online).      (http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1659).            Diakses             Tanggal 13 Desember 2011.

Suryoputro A., Nicholas J.F., Zahroh S. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku        Sexual Remaja Di Jawa Tengah : Inmplikasinya Terhadap Kebijakan dan      Layanan . 2006. (online).             (http://journl.ui.ac.id/upload/artikel/05_Faktor-          Faktor%20Yg%20      Mempengaruh i_ Antono_Revised.PDF) Makara          Kesehatan. vol.10.      no.1 juni 2006: 29-40. Diakses tanggal 13 Desember             2011.

Syafrudin. Remaja Dan Hubungan Seksual Pranikah. 2008. (online).          (http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1799376-remaja-dan-hubungan           seksual-pranikah/) . Diakses Tanggal 13 desember 2011.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s