waspadai unggas!!!


Apabila unggas peliharaan terserang penyakit yang perlu diwaspadai terutama apabila unggas tersebut menunjukkan gejala-gejala seperti :
1. Mengeluarkan lendir pada hidung
2. Pembengkakan kepala
3. Jenggar berwarna biru
4. Kematian mendadak
5. Diare/menceret
6. Selera makan menurun
7. Produktivitas menurun
8. Kepala dan leher berputar-putar
9. Luka/borok di kaki
10. Bercak merah pada tulang sayap
11. Tampak lemas

Yang harus dilakukan jika menemukan hewan unggas yang mati atau menunjukkan jejak-jejak terinfeksi adalah :
1. Jangan pernah menyentuh hewan unggas yang mati atau menunjukkan gejala-gejala infeksi.
2. Laporkan keadaan tersebut kepada petugas kesehatan dan petugas dinas peternakan terdekat.
3. Bangkai unggas yang ditemukan harus dikumpulkan dan dibakar secara benar oleh petugas yang berwenang. Jangan mencoba untuk membakarnya sendiri.
4. Jika tanggapan dari petugas memakan waktu yang lama, jangan mencoba membakar sendiri dan mengubur unggas tanpa melakukan proteksi diri dan menyiapkan alat proteksi khusus.

Tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah penularan flu burung adalah sebagai berikut : Mengutamakan menghindari kontak dengan ayam, bebek dan unggas lainnya kecuali sangat perlu. Cara ini merupakan yang terbaik untuk mencegah infeksi flu burung. Menjauhkan anak-anak dari unggas karena memiliki resiko yang lebih tinggi yang mungkin mereka bermain di tempat dimana unggas berada.
Anak-anak perlu diberitahukan untuk mengikuti petunjuk sebagai berikut : hindari kontak dengan unggas jenis apa pun, dengan bulu-bulunya, kotoran mau pun limbahnya. Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan. Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sudah bersentuhan dengan unggas. Jangan tidur di dekat tempat sangkar atau kandang unggas.
Kemudian memindahkan unggas, baik yang hidup mau pun yang mati dari satu tempat ke tempat lain, bahkan sekalipun unggas tersebut dianggap sehat.
Solusi penanggulangan unggas di daerah tertular harus dilakukan dengan cepat tepat dan di tempat tanpa memindahkannya ke luar dari lokasi tertular tersebut.
Dengan sumbu apa pun tidak dibenarkan memasak unggas yang berasal dari daerah tertular untuk dikonsumsi keluarga mau pun hewan peliharaan lainnya.
Apabila terlibat menangani penanggulangan flu burung, periksakan suhu tubuh anda sekali setiap hari selama 7 hari. Apabila anda demam (di atas 37,5 0C) periksakan diri anda ke Dokter atau ke rumah sakit terdekat dengan segera.
Dalam menangani unggas yang mati atau sakit, pakailah alat pelindung, seperti masker, (pelindung mata), sepatu boot, sarung tangan dan peralatan lainnya.
Unggas peliharaan yang mati dan feses/kotorannya harus dikubur di tempat yang dianggap aman.
Pada waktu mengubur bangkai unggas, usahakan untuk tidak menimbulkan debu. Semprotlah terlebih dahulu area penguburan dengan air untuk melembutkan. Kuburlah bangkai unggas dan fesesnya dengan kedalaman paling sedikit 1 meter.
Yang perlu diingat, virus flu bisa bertahan untuk sementara waktu di bahan organic, jadi melalui pembersihan total dengan deterjen merupakan langkah yang amat penting. Semua bahan organik harus disingkirkan dari kandang ayam sedapat mungkin. Unggas peliharaan yang diduga telah tertular flu, lebih baik jangan dikonsumsi. Sebab unggas yang tertular tersebut apabila dikonsumsi lebih tinggi resikonya bagi kesehatan bagi manusia, demikian pula untuk dikonsumsi hewan peliharaan lainnya. Bahkan untuk makanan ternak ikan lele, ikan mas atau ikan peliharaan lainnya yang dipelihara di kolam lebih baik dihindari.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s