aktifitas matahari yang melemah


Aktifitas Matahari Mempengaruhi Kehidupan di Bumi

Matahari sebagai pusat tata surya merupakan sebuah ketergantungan dari berbagai benda-benda langit lainnya. Matahari juga menjadi pusat dari kehidupan di tata surya termasuk bumi ini. Semua aktifitas matahari sangat memengaruhi aktifitas kehidupan di bumi. Sinar matahari yang masuk di bumi sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup di bumi terutama sangat di butuhkan oleh sang produsen di bumi yaitu tumbuhan.

 

Aktifitas matahari sangat mempengaruhi juga dalam aktifitas kehidupan mahluk di bumi. Pada saat ini aktifitas matahari sedang dalam penurunan. Akibat dari melemahnya aktifitas matahari ini membuat aktifitas kehidupan di bumi juga terganggu. Akibat dari penurunan aktifitas matahari ini suhu ekstrem melanda Benua Amerika, Eropa, hingga mencapai Asia. Suhu dingin dalam ketiga benua ini hingga mencapai minus 22 derajat celcius. Akibat melemahnya aktifitas matahari ini kincir angin di daerah Jerman pada saat siang menjelang sore tetesan kincir angin berubah menjadi es yang beku.

 

Melemahnya aktifitas matahari ini diakibatkan adanya sunspot atau bintik hitam yang ada dipermukaan yang berdiameter 32 ribu kilometer. Akibat adanya sunspot dopermukaan matahari ini suhu gas di fotosfer dan kromosfer naik sebesar 800 derajat celcius dari keadaan normalnya. Sunspot ini muncul karena adanya pusaran massa magnet yang ada diperut matahari yang kemudian menembus permukaan matahari. Suatu damapak yang dapat mengnacam kelangsungan hidup mahluk dibumi adalah akan adanya sebuah ledakan besar cahaya matahari yang disebut flare yang diakibatkan oleh sunspot ini.

 

Dari tahun ke tahun diperkirakan akan menjadi tahun yang dingin akibat sunspot tersebut yang melemahkan aktifitas matahari. Jadi semakin meluasnya sunspot di permukaan matahari maka memungkinan semakin dinginnya suhu dan semakin tingginya kemungkinan terjadinya flare atau badai matahari.

Bintik hitam adalah indikator aktivitas matahari. Bila sedikit jumlahnya, energi yang dipancarkan matahari berkurang, yaitu 0,1 persen pada cahaya tampak, tetapi bisa puluhan persen pada ultraviolet. Kejadian bintik matahari bisa berkurang akibat menurunnya aktivitas dinamo matahari, konveksi, dan atau tekanan radiasi dari reaksi nuklir di pusat matahari.

Rendahnya aktivitas matahari berarti berkurangnya suplai panas ke bumi secara rata-rata global dalam skala waktu tahunan  bukan harian atau bulanan. Akan tetapi, pemanasan lokal masih bisa terjadi. Seperti beberapa bulan terakhir, suhu laut di bagian timur agak hangat, urai Mezak. Berkurangnya suplai energi dari matahari pada bumi menyebabkan berkurangnya pemanasan lautan, berarti pula penguapan air laut yang akan menjadi hujan pun rendah. Menurunnya suplai energi matahari juga melemahkan monsun. Gerakan angin monsun terjadi karena perbedaan panas antarlautan dan benua berdasarkan posisi garis edar matahari.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s