bahaya matahari


AKIBAT MELEMAHNYA AKTIVITAS MATAHARI

Sabtu, 06 Februari 2010 13:43

Kincir air bersejarah meneteskan air yang langsung membeku di Furtwangen, Black Forest, barat daya Jerman, Senin 12 Jan 2010. Walaupun cuaca sudah lebih hangat daripada beberapa hari sebelumnya, udara pada malam hari tetap amat dingin.

Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan lintang tinggi Bumi. Fenomena ini,  antara lain, disebabkan oleh Matahari yang tidur berkepanjangan. Dampaknya menjadi terasa berat karena semakin diperparah oleh adanya pemanasan Bumi dan perubahan iklim global.

Sejak Desember lalu, suhu ekstrem terus melanda kawasan Lintang Utara, yaitu mulai dari Benua Amerika, Eropa, hingga Asia. Di Eropa, suhu dingin bulan lalu pernah mencapai minus 16 derajat celsius di Rusia dan minus 22 derajat celsius di Jerman. Bagi Inggris, ini suhu ekstrem terdingin dalam 30 tahun terakhir. Jalur transportasi ke Perancis lumpuh.

Amerika Serikat pun mengalami hal yang sama. Serbuan cuaca ekstrem ini berdampak pada kegagalan panen di Florida dan menyebabkan dua orang meninggal di New York.

Kejadian luar biasa yang berskala global ini diyakini para pengamat meteorologi dan astronomi berkaitan dengan kondisi melemahnya aktivitas Matahari yang ditandai oleh menurunnya kejadian bintik matahari atau /sunspot/.

Bintik hitam yang tampak di permukaan Matahari melalui teropong bila dilihat dari sisi samping menyerupai tonggak yang muncul dari permukaan Matahari. Tonggak itu terjadi akibat berpusarnya massa magnet di perut Matahari hingga menembus permukaan.

Akibat munculnya bintik hitam berdiameter sekitar 32.000 kilometer atau 2,5 kali diameter rata-rata Bumi, suhu gas di fotosfer dan kromosfer naik sekitar 800 derajat celsius dari normalnya. Hal ini dapat mengakibatkan badai matahari dan ledakan cahaya yang disebut /flare.

Namun, yang terjadi beberapa tahun terakhir ini adalah Matahari nonaktif. Menurunnya aktivitas Matahari itu berdasarkan pantauan Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), mulai terlihat sejak tahun 2000.

Para pakar astrofisika matahari di dunia menyebut tahun 2008 sebagai tahun dengan hari tanpa bintik matahari yang tergolong terendah dalam 50 tahun terakhir. Mereka memperkirakan beberapa tahun sesudah 2008 akan menjadi tahun-tahun yang dingin, kata Mezak Ratag, pakar astrofisika yang tengah merintis pendirian Earth and Space Science Institute di Manado, Sulawesi Utara.

Pengukuran kuat medan magnet bintik matahari dalam 20 tahun terakhir di Observatorium Kitt Peak Arizona menunjukkan penurunan. Dari medan magnet maksimum rata-rata 3.000 gauss pada awal 1990-an turun menjadi sekitar 2.000 gauss saat ini.

Penurunan sangat signifikan ini merupakan bukti bahwa hingga beberapa waktu ke depan Matahari masih akan pada keadaan malas, kata Mezak. Ia memperkirakan kalau aktivitas maksimumnya terjadi pada sekitar tahun 2013, tingkatnya tidak akan setinggi maksimum dalam beberapa siklus terakhir.

*Matahari dan iklim*

Saat matahari redup berkepanjangan, musim dingin ekstrem berpotensi terjadi karena Matahari—sumber energi bagi lingkungan tata surya—adalah penggerak mesin iklim di Bumi.

Sejak 1865, data di Lapan menunjukkan kecenderungan curah hujan berkurang saat Matahari tenang. Demikian pula musim dingin parah sejak akhir 2009 terjadi saat Matahari amat tenang (/deep minimum/) mirip kejadian 1995-1996, urai Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan.

Bukti keterkaitan dengan perilaku Matahari ini ditunjukkan oleh fenomena kebalikannya, yaitu musim dingin minim salju saat Matahari aktif pada tahun 1989. Musim dingin sangat panjang terjadi saat Minimum Maunder tahun 1645-1716 dan minimum Dalton awal 1980-an.

Kondisi serupa terjadi pada 1910-1914. Itu banyak dikaitkan dengan dinginnya laut pada musibah tenggelamnya Titanic pada April 1912. Normalnya, waktu itu sudah musim semi.

Sementara itu, Mezak berpendapat, pola aktivitas Matahari minimum saat ini mirip dengan kejadian tahun 1880, 1890, 1900, dan 1910. Jadi, siklus Matahari tidak hanya menunjukkan siklus sebelas tahun. Ada siklus lebih panjang dengan periode sekitar 100 tahun—siklus Gleisberg. Dalam catatan meteorologis, saat terjadi siklus itu, banyak cuaca ekstrem dingin,

tetapi tidak seekstrem Minimum Maunder.

*Cuaca dan GRK*

Efek aktivitas Matahari minimum lebih banyak memengaruhi daerah lintang tinggi. Aktivitas Matahari sejak sekitar tahun 2007 hingga kini memperbesar peluang terjadinya gradien suhu yang besar antara lintang tinggi dan lintang rendah. Akibatnya, kecepatan komponen angin arah  utara-selatan (meridional) tinggi.

Prof CP Chang, yang mengetuai Panel Eksekutif Monsun Badan Meteorologi Dunia (WMO), berkesimpulan, aktivitas monsun lintas ekuator yang dipicu gradien suhu yang besar di arah utara-selatan akhir-akhir ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan statistik 50 tahun terakhir.

Hal ini memperkuat dugaan, aktivitas Matahari minimum yang panjang berkaitan erat dengan cuaca ekstrem dingin. Di Indonesia, kejadian angin berkecepatan tinggi lintas ekuator menjadi penyebab utama munculnya gelombang-gelombang tinggi dari Laut China Selatan ke perairan Laut Jawa.

Adanya gas rumah kaca di atmosfer, lanjut Thomas, juga meningkatkan suhu udara yang menyebabkan perubahan iklim. Efek gabungannya cenderung meningkatkan kerawanan bencana terkait iklim, kata Thomas.

Teori pemanasan global mengatakan, atmosfer yang memanas membuat partikel-partikel udara menjadi semakin energetik dan berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem.

Sumber : Associated Press & Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim

(LAPAN)

Sumber artikel : http://www.nicky.co.id/20100206209/fenomena/akibat melemahnya aktivitas matahari   (19 Maret 2011)

ANALISA KASUS

Matahari adalah sebagai pusat tata surya dan pusat dari peredaran planet yang ada di tata surya. Matahari juga merupakan sumber energy terbesar bagi kehidupan mahluk hidup di bumi ini. Matahari merupakan sebuah benda bercahaya yang menjadi pusat bergantung bagi semua yang ada di alam raya ini, namun sisi lain dari matahari ini mempunyai sisi gelap atau biasa disebut bintik hitam ( sun spot ). Bintik hitam atau sun spot ini sangat menggangu kehidupan di bumi. Dari kemunculan sun spot ini akan diikuti dengan badai yang melanda permukaan matahari dan flare atau ledakan cahaya atau disebut juga badai matahari sangat kuat dan membahyakan kehidupan mahluk di bumi. Kejadian yang berskala global ini diyakini oleh para pengamat meteorology berkaitan dengan aktivitas matahari yang melemah yang ditandai dengan pengaruh sunspot yang semakin melebar di permukaannya. Dampak flare atau juga sering disebut dengan badai matahari yang puncaknya diperkirakan oleh para ahli terjadi pada tahun 2012 ini sangat besar terhadap keberlangsungan mahluk hidup di bumi namun tidak menyebabkan kiamat seperti yang diberakan.

Salah seorang ilmuwan asal Amerika Serikat mengatakan bahwa badai matahari yang akan terjadi pada tahun 2012 akan membawa malapetaka besar pada manusia yang berpengaruh dalam setiap aspek pada masyarakat modern saat ini. Rendahnya aktivitas matahari ini menyebabkan suplai panas ke bumi akan berkurang. Selain itu juga berkurangnya pemanasan laut yang akan berdampak pada rendahnya curah hujan. Apabila curah hujan berkurang maka aktivitas mahluk hidup di bumi akan terganggu,seperti aktivitas kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia sendiri. Melemahnya suplai energy matahari juga berdampak pada melemahnya monsun, karena monsun terjadi karena adanya perbedaan panas antara lautan dan benua berdasarkan garis edar matahari. Badai matahari yang dipicu karena adanya sun spot yang puncak dari banyaknya sunspot ini terjadi pada tahun 2012 bisa menembus lapisan atmosfer dan medan magnetic bumi yang secara fatal dapat mengancam spesies yang ada di bumi. Akibat ulah manusia modern yang sangat berlebihan dan sangat bergantung pada teknologi secara tidak langsung kita dan semua mahluk hidup di bumi terperangkap dalam ulah dari apa yang manusia perbuat yang berpotensi bahaya besar.

Menurut Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa menyatakan bahwa kita semakin dekat dengan bahaya tersebut. Dampak yang jelas terlihat yaitu saat jaringan listrik di bumi hancur karena plasma balls yang dipancarkan saat letusan permukaan matahari yang diikuti dengan bencana besar. Akibat dari matinya jaringan listrik ini juga akan mengkibatkan terputusnya saluran air bersih yang membuat mahluk di bumi sangat rentan untuk bisa bertahan hidup. Dampak kejadian ini terhadap skala lokal diberbagi negara di dunia

Akibat dari semakin banyaknya sunspot di permukaan matahari membuat matahari mengalami penurunan aktivitas/redup berkepanjangan akan membuat dampak musim dingin yang terlampau ekstrem. Kondisi ini pernah terjadi pada tahun 1910-1914. Akibat dari musim dingin yang ekstrem ini membuat air laut semakin dingin. Kejadian ini dikaitkan dengan tenggelamnya kapal Titanic 1912 yang menelan banyak korban jiwa.

Cuaca dingin juga melanda kawasan lintang tinggi bumi. Fenomena ini bertambah buruk oleh adanya pemanasan bumi dan perubahan iklim global. Desember tahun 2010 lalu cuaca ekstrem melanda Benua Amerika, Eropa, dan Asia. Di Rusia  suhu dingin mencapai minus 16 derajat celcius dan Jerman minus 22 derajat celcius. Perancis mengalami kelumpuhan transportasi akibat tebalnya salju dan Inggris mengalami suhu terekstrem dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Amerika Serikat tepatnya di Florida mengalami gagal panen dan juga menyebabkan 2 warga meninggal di New York. Efektifitas matahari minimum ini memperbesar peluang terjadinya gradient suhu yang besar antara lintang tinggi dan lintang rendah,sehingga berakibat pada komponen kecepatan angin arah utara-selatan (meridonal) tinggi. Kejadian angin berkecepatan tinggi lintas ekuator menjadi penyebab utama munculnya gelombang tinggi dari laut cina selatan ke perairan laut jawa di Indonesia.

Dampak skala global yang terlihat dalam skala local yaitu di Indonesia, bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami banyak bencana, seperti banjir, angin rebut, meningkatnya aktifitas beberapa gunung merapi di Indonesia dan juga bencana banjir. Selain diatas ada juga dampak pada tumbuhan dan hewan yang hidup di Indonesia yang mempunyai cara hidup yang khas dan spesifik saat ini banyak yang mengalami kematian dan hampir punah.

TUGAS 2

SKALA LOKAL → SKALA GLOBAL

ARTIKEL

Ledakan Baru Kembali Guncang PLTN Jepang
Fukushima, (Analisa). 

Gambar satelit menunjukkan ledakan yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Jepang di Fukushima, Selasa (15/3).

Satu ledakan baru mengguncang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Jepang, yang sudah rusak, Selasa (15/3), di saat para teknisi terus memompa air laut ke dalam reaktor guna mencegah ledakan.

Lembaga keselamatan nuklir Jepang mengatakan ledakan di reaktor No.2 pembangkit listrik tersebut disebabkan oleh hidrogen.

Belum ada keterangan mengenai kerusakan, tapi kantor berita Jiji dengan mengutip keterangan pejabat Kementerian Perdagangan melaporkan radiasi tetap berada pada tingkat rendah setelah ledakan itu, yang ketiga di pembangkit listrik tersebut sejak Sabtu (12/3).

Jepang telah meminta Amerika Serikat (AS) mengirim peralatan lagi guna membantu mendinginkan reaktor di kompleks PLTN Fukushima, yang hari Senin (14/3) mengalami penurunan tingkat air pendingin sehingga batangan bahan bakar terpajan oleh panas di reaktor No.2.

Besarnya kerusakan akibat gempa kuat pada Jum’at (11/3) dan tsunami yang terjadi setelahnya masih belum jelas, sementara petugas pertolongan menyusuri wilayah di sebelah utara ibukota Jepang, Tokio, itu. Di sana para pejabat mengatakan sedikitnya 10.000 orang tewas.

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan negara tersebut menghadapi krisis terburuknya sejak Perang Dunia II dan, sementara kerugian keuangan diperkirakan mencapai 180 miliar dolar AS, banyak pengulas mengatakan itu dapat membuat ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut kembali ke resesi.

Lembaga Geologi AS mengubah keterangan mengenai kekuatan gempa itu jadi 9,0 dari 8,9 SR, sehingga membuatnya jadi gempa paling kuat keempat sejak 1900.

Pembuat mobil, pembuat kapal dan perusahaan teknologi di seluruh dunia berjuang memperoleh pasokan setelah bencana tersebut menutup banyak pabrik di Jepang dan mengganggu rantai manufaktur global.

Pasar bursa Jepang diperkirakan merosot lagi Selasa, setelah saham Nikkei yang diperdagangkan di Chicago turun 6,15 persen jadi 70 poin di bawah penutupan di Osaka. Index TOPIX Tokio ditutup turun lebih dari 7,5 persen Senin.

Kekhawatiran di kompleks Fukushima, 240 kilometer di sebelah utara Tokio, ialah kebocoran besar radiasi setelah gempa dan tsunami mematikan sistem pendinginnya. Telah terjadi ledakan di dua reaktor di kompleks tersebut Sabtu (12/3) dan Senin.

Dalam sebuah pernyataan yang ditayangkan secara nasional, PM Naoto Kan mengatakan radiasi telah meluas dari empat reaktor yang rusak di PLTN Dai-chi Fukushima.

Para pejabat Jepang memberitahu Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bahwa kebakaran reaktor berada di kolam penyimpanan dan “radioaktif keluar memasuki atmosfir.” Lama setelah kebakaran berhasil dipadamkan, seorang pejabat Jepang mengatakan kolam itu, tempat bahan bakar bekas nuklir didinginkan, mugkin menggelegak.

“Kami tidak dapat menyangkal kemungkinan air mendidih” di kolam itu, kata Hidehiko Nishiyama, seorang pejabat di kementerian perekonomian yang mengawasi keselamatan nuklir. Reaktor, Unit 4, ditutup sebelum gempa untuk pemeliharaan. (Ant/Rtr/AP/hr)

Cegah Radiasi, 50 Pekerja PLTN Bertaruh Nyawa

Para pekerja itu kemungkinan sudah terpapar radiasi nuklir dalam kadar yang sangat besar

Rabu, 16 Maret 2011, 09:56 WIB

Renne R.A Kawilarang

Kebakaran di dekat kompleks reaktor nuklir Tokaimura, Jepang (AP Photo/NHK TV)

CHERNOBYL

Tanggal 26 April 1986, 22 tahun lalu, pukul 01.23 terjadi ledakan pada Unit 4 PLTN Chernobyl. Peristiwa ini menggemparkan dunia karena mengingatkan kembali pada ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat berkecamuk Perang Dunia II yang menewaskan sekitar 220.000 orang.Trauma Hiroshima dan Nagasaki belum hilang dari ingatan orang, muncul kembali peristiwa Chernobyl yang termasuk kecelakaan terbesar pada PLTN selama kurang lebih 60 tahun. Berbagai media cetak dan elektronik sejagat memberitakan tragedi itu secara beragam baik yang bersifat normatif, emosional, ataupun bombastis.

Trauma yang melanda masyarakat di lokasi kejadian dan sekitarnya akibat peristiwa Chernobyl menjadikan setiap tanggal 26 April pukul 01.23 lonceng berdentang-dentang di Ukraina. Walaupun malam telah larut dan udara dingin, namun warga tetap terjaga. Mereka meletakkan bunga dan lilin di monumen korban bencana Chernobyl.

Upacara yang sama digelar di Slavutych, Rusia, kota yang didirikan untuk menampung para pekerja Reaktor Chernobyl. Upacara juga diperingati di negara tetangga Ukraina, yaitu Belarus, yang ikut menderita akibat bencana Chernobyl.

Penyebab Kecelakaan
Reaktor Chernobyl jenis RBMK didirikan di atas tanah rawa di sebelah utara Ukraina, sekitar 80 mil sebelah utara Kiev. Reaktor unit 1 mulai beroperasi pada 1977, unit 2 pada 1978, unit 3 pada 1981, dan unit 4 pada 1983. Sebuah kota kecil, Pripyat, dibangun dekat PLTN Chernobyl untuk tempat tinggal pekerja pembangkit itu dan keluarganya.

Tipe PLTN Chernobyl dirancang untuk menghasilkan “plutonium” guna pembuatan senjata nuklir serta listrik. Tipe PLTN berfungsi ganda seperti ini tidak ada di negara-negara Barat, seperti, AS dan Prancis, yang merupakan negara pioner PLTN di samping Uni Soviet (pada waktu itu) sebagai pioner pertama.

Secara garis besar, bencana Chernobyl dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada 25 April 1986 reaktor unit 4 direncanakan dipadamkan untuk perawatan rutin. Selama pemadaman berlangsung, teknisi akan melakukan tes untuk menentukan apakah pada kasus reaktor kehilangan daya turbin dapat menghasilkan energi yang cukup untuk membuat sistem pendingin tetap bekerja sampai generator kembali beroperasi.

Proses pemadaman dan tes dimulai pukul 01.00 pada 25 April. Untuk mendapatkan hasil akurat, operator memilih mematikan beberapa sistem keselamatan, yang kemudian pilihan ini yang membawa malapetaka. Pada pertengahan tes, pemadaman harus ditunda selama sembilan jam akibat peningkatan permintaan daya di Kiev. Proses pemadaman dan tes dilanjutkan kembali pada pukul 23.10 25 April. Pada pukul 01.00, 26 April, daya reaktor menurun tajam, menyebabkan reaktor berada pada situasi yang membahayakan. Operator

berusaha mengompensasi rendahnya daya, tetapi reaktor menjadi tak terkendali. Jika sistem keselamatan tetap aktif, operator dapat menangani masalah, namun mereka tidak dapat melakukannya dan akhirnya reaktor meledak pada pukul 01.30.

Kecelakaan PLTN Chernobyl masuk level ke-7 (level paling atas) yang disebut major accident, sesuai dengan kriteria yang ditentukan INES (The International Nuclear Event Scale). Di samping kesalahan operator yang mengoperasikannya di luar SOP (standard operation procedure), PLTN Chernobyl juga tidak memenuhi standar desain sebagaimana yang ditentukan oleh IAEA (International Atomic Energy Agency). PLTN Chernobyl tidak mempunyai kungkungan reaktor sebagai salah satu persyaratan untuk menjamin keselamatan jika terjadi kebocoran radiasi dari reaktor. Apabila PLTN Chernobyl memiliki kungkungan maka walaupun terjadi ledakan kemungkinan radiasi tidak akan keluar ke mana-mana, tetapi terlindung oleh kungkungan. Atau bila terjadi kebocoran tidak separah dibandingkan dengan tidak memiliki kungkungan.

Secara perinci, kecelakaan itu disebabkan, pertama, desain reaktor, yakni tidak stabil pada daya rendah – daya reaktor bisa naik cepat tanpa dapat dikendalikan. Tidak mempunyai kungkungan reaktor (containment). Akibatnya, setiap kebocoran radiasi dari reaktor langsung ke udara. Kedua, pelanggaran prosedur. Ketika pekerjaan tes dilakukan hanya delapan batang kendali reaktor yang dipakai, yang semestinya minimal 30, agar reaktor tetap terkontrol. Sistem pendingin darurat reaktor dimatikan. Tes dilakukan tanpa memberitahukan kepada petugas yang bertanggung jawab terhadap operasi reaktor.

Ketiga, budaya keselamatan. Pengusaha instalasi tidak memiliki budaya keselamatan, tidak mampu memperbaiki kelemahan desain yang sudah diketahui sebelum kecelakaan terjadi.

Penilaian atas berbagai kelemahan PLTN Chernobyl menghasilkan evaluasi internasional bahwa jenis kecelakaan seperti ini tidak akan mungkin terjadi pada jenis reaktor komersial lainnya. Evaluasi ini ditetapkan demikian karena mungkin berdasarkan analisis jenis reaktor lain yang memenuhi persyaratan keselamatan yang tinggi, termasuk budaya keselamatan yang dimiliki para operator sangat tinggi.

Sumber :

www.vivanews.com/PLTN Jepang/19 Maret 2011.

www.kompas.com/chernobyl/19 Maret 2011.

www.okezone/nuklir-jepang/19 Maret 2011

ANALISA KASUS :

Masalah energy merupakan masalah yang saat ini sedang sangat kritis dihadapi oleh masyarakat di dunia. Dunia saat ini sedang mengalami kekurangan sumber energy yang menuntut manusia untuk menciptakan suatu penemuan baru yang dapat menggantikan energy lama. Penggunaan energy dari minyak bumi menjadi bahan pembicaraan di seluruh dunia yang juga memikirkan tentang kelanjutan dari kesehatan lingkungan hidup. Pemanasan global yang sekarang ini sedang melanda dunia merupakan salah satu dari dampak penggunaan energy dari minyak bumi yang dimanfaatkan manusia secara berlebihan.  Dampak lingkungan dengan semakin berkurangnya sumber energy minyak bumi memeksa kita untuk dapat mencari alternative lain untuk menemukan sumber energy yang lain. Salah satu energy alternative yang telah ditemukan sebagai pengganti minyak bumi adalah nuklir. Namun disisi lain nuklir mempunyai damapak positif dan negative. Nuklir mempunyai banyak sekali manfaat sebagai pengganti energy minyak bumi namun juga mempunyai resiko bahaya besar yang mengancam mahluk hidup jika terjadi radiasi bebas di udara. Pada tanggal 15 Maret 2011 dunia dikagetkan lagi dengan meledaknya reactor nuklir di Fukushima, Jepang. Sebelum ledakan di Fukushima ini dahulu juga sudah pernah terjadi ledakan yang lebih mengerikan dari di Fukushima,Jepang dan juga lebih parah dari ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yaitu ledakan nuklir di Chernobyl yang terletak di dekat Uni Soviet Ukraina. Lebih dari ratuan penduduk terpapar radiasi nuklir di reaktor nuklir Chernobyl.

Dampak dari paparan radiasi nuklir

Dampak yang begitu dahsyat terlihat di Chernobyl adalah kota itu menjadi kota mati aat ini dan tingkat radiasi di Chernobyl masih tinggi, sehingga kota itu sangat rentan dan bisa menimbulkan kematian bagi mahluk hidup yang hidup di kota itu. Dampak lain yang berskala tidak hanya local namun sudah berskala global dari radiasi nuklir bagi penduduk di Chernobyl dan sekitarnya adalah 350.000 likuidator serta 5 juta yang saat itu tinggal di Blarusia, Ukraina, dan Rusia terkena kontaminasi zat radioaktif dan 100.000 lebih orang terkena paparan radiasi seluruh badan.

Pada tahun 1992-2002 tercatat ada 4.000 kasus kanker kelenjar gondok pada anak-anak dan remaja usia 0-18 tahun dan 3.000 orang di usia 0-14 tahun yang teramati di Belarusia, Ukraina, dan Rusia. Sepuluh tahun pasca ledakan nuklir tercatat 60 ribu buruh pembersih yang berusia 30 tahunan meninggal dunia dan lebih dari 30 persen laki-laki menderita impotensi. Selain masalah diatas ada juga masalah lain yaitu masalah sosial para buruh yang ditolak hidup di masyarakat karena masyarakat yang takut ikut terpapar radiasi dari para buruh tersebut, sehingga dari kondisi ini memicu para buruh tersebut mati bunuh diri, kecanduan alcohol, serta mati dalam kemiskinan. Dampak yang tidak kalah dahsyat adalah terjadinya mutasi gen. Salah satu mutasi gen tersebut adalah mutasi pada gen 11q23 yang menyebabkan leukemia ada bayi. Temuan ini membuat  bukti baru bahwa radiasi dapat membuat mutasi pada anak manusia. Ada beberapa ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap anak-anak yang tinggal didekat Chernobyl dan juga para orang tua, hasil yang membuat kaget dunia waktu itu bahwa hasil mutasi karena paparan radiasi nuklir dapat diturunkan ke generasi-generasi selanjutnya.

Beberapa ilmuwan lain meneliti DNA tikus yang berpotensi terkena paparan radiasi dan hasilnya walaupun tikus yang tinggal di dekat reaktor yang meledak tersebut terlihat subur dan sehat namun tikus-tikus tersebut memiliki laju mutasi ratusan kali lebih tinggi dari kondisi normal. Bisa disimpulkan bahwa lingkungan yang tercemar akibat radiasi nuklir dapat memberikan dampak yang nyata pada perubahan gen pada mahluk hidup yang tinggal disekitarnya.

Dampak kejadian ini dari berskala local yang akan merambah berskala global adalah saat terjadi bencana radiasi besar-besaran seperti yang terjadi di Chernobyl, saat itu kondisi udara di negara-negara tetangga seperti Belarusia, Rusia, dan Ukraina sangat menghawatirkan, sedangkan untuk kawasan lain udaranya dalam keadaan yang waspada dan tidak sehat untuk manusia dan mahluk hidup lainnya. Saat ini kota ini menjadi kota mati tanpa penghuni.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s