kependudukan,FKM UNDIP


ilmu kependudukan
1. Kelahiran
1) Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
CBR = B/P x k
Dimana:
CBR = Crude Birth Rate (angka kelahiran kasar)
B = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P = Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta = 1000
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.

1. Contoh soal perhitungan :
Pada pertengahan tahun 1999 Solo berpenduduk 10.000.000 jiwa. Dalam tahun tersebut terdapat kelahiran 250.000 bayi. Berapa besar angka kelahiran kasarnya?
Penyelesaian soal:
CBR = B/P x k
= 250.000/10.000.000 x 1000
= 25
Analisa soal :
Angka kelahiran 25 berarti tiap 1000 penduduk Solo setiap tahun terdapat kelahiran 25 bayi.
2. Contoh soal perhitungan
Jumlah penduduk Negara Jepang tahun 2000 adalah 25.000.000 jiwa. Jumlah kelahiran dalam setahun sebanyak 800.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran Negara Jepang tersebut ?
Penyelesaian soal:
CBR = B/P x k
= 800.000/25.000.000 x 1000
= 32
Analisa soal:
Hal ini berarti setiap 1000 orang penduduk, rata-rata kelahirannya 32 orang bayi dalam setahun.
Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikatagorikan menjadi tiga yaitu:
a) kurang dari 20 digolongkan rendah
b) antara 20 – 30 digolongkan sedang
c) lebih dari 30 digolongkan tinggi
2) Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate) disingkat ASFR
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
ASFRx = Bx / Pfx X k
Dimana:
ASFRx = Angka kelahiran menurut kelompok umur x
Bx = Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
Pfx = Jumlah wanita pada kelompok umur x
k = Konstanta (angka 1000)
x = Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya dihitung tiap 5 tahun seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun dan seterusnya.
Dengan rumus diatas dapat digunakan untuk mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran.
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.

Contoh soal:
Daerah terpencil di Provinsi Papua pada tahun 2000, terdapat penduduk wanita berusia 24-30 tahun berjumlah 30.000 jiwa. Jumlah kelahiran pada usia tersebut berjumlah 1.500 jiwa. Berapakah besar angka kelahiran khusus (ASFR)?
Penyelesaian soal:
ASFR 24-30 = B24-30 / P24-30 X 1000
= 1.500 / 30.000 X 1000
= 50
Analisa soal:
Angka kelahiran 50 berarti tiap 1000 wanita berusia 24-30 tahun terdapat kelahiran 50 bayi.
”Hasil perhitungan ASFR ini lebih teliti dibanding dengan perhitungan CBR (kelahiran besar) karena dilihat per kelompok umur dan jenis kelamin”.
3) Angka Fertilitas Umum ( General Birth Rate = GFR)

GFR = jumlah kelahiran hidup dalam waktu 1th X K
Jumlah wanita usia reproduksi pd pertengahan tahun

Contoh Soal :
Pada table di atas diketahui jumlah kelahiran di Indonesia pada tahun 2004 adalah 114669329 jiwa, sedangkan jumlah wanita pada usia reproduksi adalah sebanyak 60555467 jiwa, maka berapa GFRnya?

GFR = jumlah kelahiran hidup dalam waktu 1th X K
Jumlah wanita usia reproduksi pd pertengahan tahun

= 114669329 X 1000
60555467

= 1893,62 per seribu penduduk
= 1894

2.Kematian
1) Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)
Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
Rumusnya:
CDR = D X 1000
P
Dimana:
CDR = Angka Kematian kasar
D = Jumlah kematian pada pertengahan tahun
1000 = Konstanta (k)
Contoh soal:
Jumlah penduduk Jakarta pertengahan tahun 2000 berjumlah 11.000.000 orang.Pada tahun tersebut terdapat kematian 200.000 orang.Hitung berapa angka kematian kasarnya!
Penyelesaian soal:
Rumusnya:
CDR = D X 1000
P
= 200.000 X 1000
11.000.000
=18.18 dibulatkan 18
Analisa :
CDR 18 artinya tiap 1000 penduduk terdapat kematian 18 jiwa dalam waktu satu tahun.
Penggolongan angka kematian kasar adalah:
– Rendah, jika angka kematian 9 – 13.
– Sedang, jika angka kematian 14 – 18.
– Tinggi, jika angka kematian lebih dari 18.
2) Angka kematian khusus menurut umur tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR)
Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah.
Rumusnya:
ASDRx = Dx X 1000
Px
Dimana:
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
3) Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir.
Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Rumusnya:
IMR = D X1000
B
Dimana:
IMR = Angka kematian bayi
D = Jumlah kematian bayi (umur 0-1 tahun)
B = Jumlah bayi yang dilahirkan
1000 = Konstanta (k)
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi. Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:
– Rendah, jika IMR antara 15-35.
– Sedang, jika IMR antara 36-75.
– Tinggi, jika IMR antara 76-125.
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s