bahaya gas beracun gunung berapi


Setiap gunung berapi memiliki karakteristik yang berbeda-beda ditinjau dari jenis poduk muntahan atau produk yang dihasilkannya. Produk yang dihasilkan tidak selamanya dikeluarkan saat gunung berapai tersebut meletus, namun juga dapat diproduksi setiap saat. Salah satu produk yang dihasilkan yang tidak tergantung saat meletus adalah gas beracun. Gas beracun ini muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung. Gas beracun ini dapat muncul dari rongga atau rekahan yang terdapat didaerah gunung berapi. Gas utama yang sering muncul adalah CO, CO2, H2S, NOx, SO2, dan HCl. Dari ksemua gas beracun ini yang paling banyak menimbulkan kematian adalah gas CO walaupun tidak menuntut kemungkinan bahwa gas yang lain ini juga dapat menimbulkan kematian (tingkat bahaya yang ditimbulkan berbeda). Gunung berapi yang sering mengeluarkan gas beracun ini salah satunya adalah gunung api Dieng di Jawa Tengah, terutama terjadi dikawah sinila dan kawah timbang. Yang akan kita bahas disini hanya beberapa saja tidak semua gas diatas akan kita bahas panjang lebar, hanya gas CO, H2S, dan NOx ditambah dengan debu Arsen yang berdampak buruk untuk paru-paru.

  1. 1.    Gas CO ( gas monoksida )

Karbon monoksida atau gas racun merupakan salah satu produk pembakaran yang tidak sempurna. Karbon monoksida (CO) merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa, dan ada suhu normal berbentuk gas tidak berwarna. Alasan inilah mengapa gas CO merupakan gas paling mematikan jika terhirup oleh manusia pada takaran tertentu. Sebagai contoh kasus pada Juli 2007 beberapa murid SMP 67 Jakarta yang sedang mengadakan perkemahan disekitar kawah Cikuluwung Putri dikompleks gunung Salak mendadak kejang-kejang dan 6 murid tidak dapat ditolong sedangkan beberapa murid lagi mengalami kritis. Ada satu kasus lagi yang belum lama ini terjadi yaitu 28 Mei 2011 dikawasan Dieng tepatnya dikawah Timbang terjadi peningkatan volume gas CO sebanyak 0,86 %. Sebelumnya juga pernah terjadi kasus di Dieng yang terjadi dikawah Sinila tahun 1979, yang mengeluarkan gas berbahaya seperti CO, CO2, HCN, H2S dan SO2. Sebanyak 149 penduduk meninggal akibat menghirup gas berbahaya ini.

Gas CO mempunyai sifat berbahaya karena ikatan yang terbentuk kuat dengan hemoglobin (pigmen darah). Gas CO yang terhirup, masuk ke paru-paru kemudian masuk hemoglobin dalam sel darah merah. Karbon monoksida kemudian berikatan dengan hemoglobin dengan sangat kuat seperti ikatan antara hemoglobin dan oksigen. Akibat dari iktan Hb dan CO ini terbentuklah carboxy hemoglobin. Carboxy hemoglobin inilah yang menghambat masuknya oksigen kedalam molekul hemoglobin dan menghambat pertukaran gas dari sel darah merah. Akibat yang ditimbulkan tubuh mengalami kerusakan jaringan akibat kekurangan pasokan oksigen dan akibat yang fatal bisa terjadi kematian jika konsistensi gas yang terhirup melebihi ambang batas normal.

Selain gunung berapi yang menghasilkan gas CO, ada beberapa hal yang juga bisa menghasilkan gas berbahaya ini, diantara lain penggunaan bahan bakar fosil dan tungku masak. Kondisi ini bisa diperparah apabila dalam ruangan tersebut kurang efektif ventilasinya. Yang lenih parah adalah kadar gas CO yang dihasilkan oleh asap rokok.

Dampak paparan gas CO terhadap kesehatan :

Salah satu kemampuan gas CO yang masuk keparu-paru dan masuk ke pigmen merah atau hemoglobin mengakibatkan terjadinya ikatan carboxy hemoglobin yang lebih stabil dibandingkan ikatan oksi hemoglobin. Dengan terjadinya ikatan carboxy hemoglobin ini membuat aktifitas peredaran oksigen keseluruh tubuh menjadi terganggu, sehingga proses metabolisme otot dan fungsi enzim intra selulerjuga terganggu. Kondisi ini akan lebih parah pada orang yang mengalami gangguan otot jantung atau sirkulasi darah perifer. Selain itu dampak yang diakibatkan dari gas CO bervariasi tergantung dari status kesehatan individu. Orang yang berbadan gemuk dapat mentolerir pajanan CO sampai kadar carboxy hemoglobinnya (HbCO) mencapai 40%, kondisi ini akan berbeda jika dialami oleh orang yang menderita penyakit jantung atau paru-paru. Kadar CO yang tinggi juga dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, ritme jantung abnormal bahkan gagal jantung, dan kerusakan pembuluh darah perifer.

Gejala yang muncul ketika terjadi keracunaan gas CO pada konsentrasi rendah mirip dengan gejala flu, pusing, pernafasan terganggu dan rasa mual. Pada konsentrasi tinggi bisa langsung menimbulkan kematian mendadak. Tindakan preventif yang bisa diambil untuk meminimalisir keadaan yang tidak diinginkan adalah dengan memasang detector karbon monoksida. Detektor ini akan mendeteksi adanya gas CO pada tingkat tertentu dan memberikan peringatan dengan suara alarm. Selain itu juga dapat menggunakan cara lain yaitu penggunaan masker dan alat pelindung diri dan jauhi tempat-tempat yang berpotensi mengeluarkan gas CO. Apabila terjadi keracunan pada seseorang hal yang bisa dilakukan adalah memberikan nafas buatan dan langsung bawa korban ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

  1. 2.    H2S

Gas hydrogen sulfide (H2S) mempunyai sifat  asam, merupakan gas tidak berwarna, berbau busuk seperti bau telur busuk, berat jenis kira-kira 1,19, termasuk gas beracun, mudah terbakar dan dapat membentuk campuran yang eksplosif dengan udara. Dampaknya bagi kesehatan manusia, pada konsentrasi rendah dapat mengiritasi mata dan saluran mata. Berikut tingkat bahaya /tingkat ppm :

10-20 ppm Berbau seperti telur busuk, tidak berbahaya
20-100 ppm Pusing kepala, aman untuk 8 jam eksposure
100-200 ppm Indera penciuman “hilang”, “menusuk” mata dan telinga
500 ppm Susah nafas selama 30 menit
700 ppm Meninggal dalam 15 menit
1000 ppm Mati dalam 1 menit

Nilai konsentrasi maksimum yang diperbolehkan sebesar 10-20 ppm.

Gas H2S lebih berat dari udara, hindari daerah berelevasi rendah didekat sumber gas H2S.

  1. 3.    NOx

NOx adalah salah satu partikulat yang membawa dampak terhadap suhu dan kualitas atmosfer. NOx atau oksida nitrogen adalah kelompok gas yang ada diatmosfer. Oksida nitrogen terdiri dari gas NO atau nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida atau NO2.

NO adalah gas yang terbanyak dari jumlah NOx yang ada di udara. NO adalah hasil dari aktifitas bakteri. Kandungan NOx didaerah pegunungan juga dipengaruhi karena aktifitas gunung tersebut. Pembentukan dari gas NO dan NO2 merupakan reaksi antara nitrogen dan oksigen yang ada diudara. Reaksi antara oksigen dan nitrogen akan membentuk NO sedangkan reaksi antara oksigen dan nitrogen yang lebih banyak oksigennya maka akan membentuk NO2.

Berikut perubahan kadar NOx setiap harinya yang bervarasi :

  1. Kadar NOx tetap stabil sebelum matahari terbit dan bisa sedikit lebih tinggi dari kadar minimum harian.
  2. Sekitar jam 6-8 pagi kadar NO meningkat seiring meningkatnya aktivitas manusia.
  3. Kadar ozon dapat meningkat seiring menurunnya kadar NO.
  4. Produk pencemaran NOx dapat berupa asam nitrat, yang kemudian diendapkan sebagai garam nitrat didalam air hujan dan debu.

Dampak bagi kesehatan manusia :

NOx mengandung 2 gas seperti NO dan NO2. Gas yang paling berbahaya adalah NO2, karena dapat menimbulkan keracunan sebagaimana gas CO. Sedangkan gas NO diudara dalam keadaan ambient normal dapat mengalami oksidasi menjadi NO2. Berikut dampak yang terjadi jika menghirup gas NOx terutama NO2 :

Kadar NO2 yang terhirup akan bersifat racun terhadap paru-paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat menyebabkan edema paru-paru (pembengkakan pulmonari). Dan kadar 800 ppm dapat mengakibatkan kematian dalam waktu pemajanan 29 menit atau kurang. Pemajanan dengan kadar 5 ppm selama 10 menit dapat mengakibatkan kesulitan dalam bernafas. Untuk meminimalisir hal buruk saat berada dilingkungan yang memungkinkan munculnya gas NOx maka lenkapi diri dengan alat pelindung diriseperti masker dan jangan terlalu lama berada didaerah yang rawan mengeluarkan gas NOx.

  1. 4.    Arsen ( As )

Arsen salah satu mineral yang dibutuhka oleh tubuh dalam jumlah yang sangat kecil yang diperoleh dari tanah.Kebutuhan arsen oleh tubuh hanya berkisar 140 mcg per harinya. Arsen merupakan suatu zat kimia yang telah ditemukan pada abad 13. Arsen inorganic dapat larut dalam air ataupun dapat berbentuk gas. Arsenik atau arsen adalah salah satu unsur kimia metaloud atau semi logam golongan VA yang berwujud bubuk putih, tak berwarna. Arsen dikenal sebagai bubuk racun makanan. Arsenik juga dapat digunakan untuk bahan pestisida untuk sayur dan buah-buahan. arsen juga dipakai untuk pengobatan sifilis di Afrika, selain itu arsen juga dipaki dalam industry pewarna dan cat. Kandungan arsen dalam air minum yang diperbolehkan oleh WHO adalah kurang dari 10 ppb ( part per billion ). Arsen inorganic ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan kronis terutama dapat memicu penyakit kanker. Berlebihnya asupan arsen yang diterima tubuh, seperti memakan ikan, seafood, daging dan sayuran yang terjontaminasi arsen dapat menimbulkan keracunan dengan gejal sakit kepala, kebingungan dan rasa kantuk berlebih, kejang, perubahan pigmentasi pad kuku, diare, muntah, darah dalam urin, rambut rontok, sakit perut, kanker paru-paru dan sampai koma dan mati. Keracunan arsen ini terjadi melalui udara dan air yang mencemari tanah. Tanaman yang tumbuh diatas tanah yang tercemar tersebut mengakumulasi logam arsen melalui akr, batang, daun dan buahnya. Dari tanaman yang terkontaminasai akan berlanjut dengan ternak yang memakan tanaman kontaminan tersebut. Pengaruhnya kepada manusia adalah manusia yang memakan tanaman ataupun ternak yang sudah terkontaminasi tersebut.

Senyawa arsen sulit untuk dideteksi keberadaannya karena tidak memiliki bau khas ataupun cirri lain yang menonjol. Gejala utama keracunan arsen adalah sakit kerongkongan, sukar menelan, disusul dengan nyeri lambung dan muntah-muntah. Salah satu dampak berbahaya keracunan arsen bagi manusia adalah kanker paru-paru dan hati. Namun, paparan arsen melalui udara dapat menyebabkan kanker kulit pada manusia. Waspada bahaya arsen juga harus kita perhatikan, tidak hanya waspada saat memakan produk laut atau seafood, sayuran namun juga perlu diwaspadai Koran bekas yang dipakai untuk membungkus makanan. Secara tidak langsung tinta koran yang mengandung arsen dapat mengkotaminasai pada makanan yang tersaji.

Racun arsenic dalam air minum ataupun bahan makanan lain yang masuk tubuh dapat menimbulkan keracunan dengan cara merusak sistem pencernaan. Akumulasai dari arsenic ini akan menyebabkan terjadinya kanker.

 Arsenik Beracun loh ?????

Bentuk arsenic yang beracun adalah As2O3 atau arsen trioksida atau warangan. Bentuknya bubuk putih yang dapat larut dalam air. As2S3 bubuk berwarna kuning, As4S4 bubuk berwarna merah. Sedangkan bentuk gasnya yang juga beracun adalah As2H3 atau arsin. Cara kerja racun arsenic adalah, kemampuannya untuk menghambat produksi ATP, diketahui bahwa ATP adalah sumber energy bagi sel-sel hidup. Bila ATP ini berhenti berproduksi karena racun arsenic, maka bisa dipastikan proses metabolisme dalam tubuh akan kacau. Dalam siklus krebs arsenic dapat menghambat enzim piruvat dehidrogenase, yang berakibat pada sintesis ATP yang berkurang dan dapat meningkatkan produksi hydrogen peroksida. Diketahui bahwa hydrogen peroksida ini merupakan oksidator yang sangat reaktif terhadap sel hidup, sehingga akan menimbulkan serangan pada sel hidup ini. Sel yang diserang ooleh hydrogen peroksida ini akan mengalami nekrosis dan kematian selular.

Kanker ?????

Dengan akibat terpaparnya arsenic dalam tubuh yang melampaui ambang batas, maka akan terjadi perubahan warna kulit menjadi kelabu atau kehitaman, gangguan fungsi hati dan kanker hati, gangguan fungsi jantung, paru-paru dan ginjal. Efek yang langsung kelihatan adalah dimana terlihat qaris-garis horizontal ada kuku.

Cara mengatasi keracunan arsenic :

Untuk keracunan sebelum 4  jam, korban perlu diberi ipekak unuk merangsang muntah, selain itu dapat dilakkan teknik bilas lambung. Untuk keracunan yang sudah kronik, dapat diberi antidotum, yaitu suntikan intramuskuler dimerkaprol 3-5 mg/kgBB 4-6 kali sehari selam 2 hari. Pengobatan dapat dilanjutkan selam 2-3 kali sehari selama 8 hari. Ini semua adalah cara kuratif yang dilakukan oleh dokter.

Cara Pencegahan :

 Hal yang bisa kita lakukan sejak dini untuk menanggulangi terjadinya hal buruk akibat keracunan arsenic adalah :

  1. Waspada bila akan makan kerang atau produk laut lainnya

Pilihlah produk laut yang kita ketahui bahwa disitu tidak rawan terkena pencemaran limbah industry.

  1. Pandai-pandailah dalam memilih sayuran

Salah satu hal kenapa sayuran mengandung arsenic adalah penggunaan pestisida dan penggunaan air dan tanah yang sudah terkontaminasi arsenic.

2. Jangan menggunakan Koran untuk membungkus makanan siapa santap

Kandungan arsenic pada tinta dalam Koran dapat memicu perpindahan arsenic dalm bahan makanan yang akan kita santap.

  1. Jangan minum air yang dekat dengan pengolahan limbah logam berat

Daerah yang dekat dengan pengolahan yang menggunakan logam berat seperti arsenic, maka air warga yang ada disekitarnya akan ikut terkontaminasi dengan arsen , karena sifat arsen yang mudah larut dalam air dan masuk kedalam resapan sumur warga.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s